Sebenarnya Penggunaan Kata "di" Dipisah atau Digabung Sih ?

Sebenarnya Penggunaan Kata "di" Dipisah atau Digabung Sih ?

Sebagai mahasiswa yang sering melanggar aturan kampus, saya sedikit gemas saat melihat teman-teman saya atau bahkan dosen tidak memperhatikan penggunaan kata di yang tepat dan sesuai dengan bahasa Indonesia

Mengapa hal itu saya permasalahkan ?

Karena menulis karya literasi harus sesuai eyd agar artinya tidak berubah, dan yang pasti enak dibaca. Coba saja kamu membaca karya tulis temanmu yang tulisannya menggunakan kata; lo, gue, gak dong, males gih. Akan terasa rancu dan tidak enak dibaca bukan ?

Penggunaan kata yang tepat akan membantu seseorang mudah memahami tulisan yang kita buat, entah itu dalam bentuk artikel, naskah, atau karya tulis ilmiah. Begitu pula penggunaan kata di yang sesuai dengan EYD alias Ejaan Yang Disempurnakan.

Misal saja ada kalimat: Jangan buang sampah disini !!!!.

Saya yang sudah didoktrin menjadi mahasiswa yang baik sejak OSPEK merasa tergerak hatinya untuk menghujat si penulis. Sudah salah, ngegas lagi. Haduh dasar.

Penggunaan kata di memang masih menjadi masalah bagi orang yang baru terjun ke dunia kepenulisan. Banyak pedapat yang salah kaprah menganggap kata di dipisah dan kata di disambung itu sama saja, hingga terus memelihara kesalahan tersebut tanpa mau membenahi.

Jadi bagaimana penggunaan kata di yang tepat ? disambung atau dipisah ?

Penggunaan kata di dibagi menjadi  2, sebagai awalan dan sebagai kata depan. Jika di digunakan untuk kata depan maka kata di harus dipisah. Jika kata di digunakan sebagai awalan maka harus disambung.

Jadi begini,
  • di (Kata Depan) = dipisah dengan kata yang mengikutinya atau kata setelahnya.
  • di (Awalan) = disambung dengan kata yang mengikutinya atau kata setelahnya.

Berikut contoh penggunaan kata di yang benar menurut EYD :

Penggunaan kata di sebagai kata depan :
  • Saya sedang di rumah
  • Andi sedang di Surabaya
  • Kamu tau, di mana orang itu tidur ?
  • Di mana Ibu sekarang ?
  • Aku sedang berada di kampus
  • Aku membeli koran di jalan
  • Duduk di depan membuatmu pintar
  • Kata Ibu kita tidak boleh duduk di belakang
  • Ada diskon besar di Ramayana
  • Ibu sudah membeli sayur di pasar
  • Ada sesuatu di balik semak-semak
  • Ada ulat di bajunya
  • Nanti kita kumpul di sana

Penggunaan kata di sebagai awalan :
  • Jangan lupa dibalik agar tidak gosong
  • Mainanku dirusak Andi
  • Kampusku lebih bagus dibanding kampus sebelah
  • Ada software komputer yang harus diperbarui
  • Kantor polisi diteror sekelompok orang tak dikenal
  • Bebek berjalan diikuti anak-anaknya
  • Aku diajari Ayah
  • Aku diajak Andi bermain kelereng
  • Tulisan ini sudah dibaca jutaan orang
  • Blog ini sudah dikunjungan jutaan orang

Ada yang perlu kamu perhatikan saat menulis kata di, karena ada kata yang sedikit membingungkan dan jika salah meletakkan kata di sudah membuat artinya berbeda, seperti :
  • Ada sesuatu yang bergerak di balik semak-semak (sebagai kata depan)
  • Menggoreng ikan harus dibalik setiap 2 menit sekali (sebagai awalan)
  • Koruptor itu kini dipenjara karena mengambil milyaran uang rakyat (sebagai awalan)
  • Pak polisi sedang mengecek keadaan para napi di penjara (sebagai kata depan)

Masih bingung ? tanyakan saja di kolom komentar bagian mana yang membuatmu bingung. Jangan lupa bantu share artikel ini agar artikel buatan mahasiswa abal-abal ini bisa bersaing dengan tulisan karya bung Fiersa Besari.

0 Response to "Sebenarnya Penggunaan Kata "di" Dipisah atau Digabung Sih ?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel